Senyum Terakhir Ayah
Suara adzan subuh telah berkumandang
Hilir mudik orang menuju mushola untuk sembahyang
Kau masih tertidur di atas kasur
Tangan mungil membangunkanmu
Kau tetap saja tidur dengan pulas
Jeritan suara yang datang dari anakmu
Buatku berlari menuju pembaringanmu
Apakah ini sebuah mimpi atau nyata yang hadir di depan mata
Air mata mengalir di pipi
Kau tinggalkan kami untuk selamanya
Senyuman terakhir itu adalah salam perpisahan untuk kita
Tak ada lagi tempat untuk melabuhkan cinta
Kehilanganmu begitu hampa dalam hidup ini
Cinta yang kau beri tak bisa terganti oleh siapapun
Andaikan waktu bisa diputar
Ingin rasanya engkau selalu temani hari-hariku
Komentar
Posting Komentar